Make your own free website on Tripod.com

SEKAR PELATIHAN DAN PEMBINAAN TARUNA UTAMA

SERANG-SUKABUMI-SUMEDANG

Bubuka
BANDUNG-BEKASI-BOGOR
CIAMIS-CIANJUR-CIREBON
GARUT-INDRAMAYU
KARAWANG-KUNINGAN-LEBAK
JAKARTA
MAJALENGKA-PANDEGLANG-SUBANG/PURWAKARTA
SERANG-SUKABUMI-SUMEDANG
TANGERANG-TASIK
SUNDA

      SELABINTANA     HOTLINE : 0815-6174-042, silih_asih@yahoo.com

Serang

Berdirinya Serang erat kaitannya dengan sejarah Banten. Pada abad XII - XV Banten sudah menjadi pelabuhan Kerajaan Sunda Pajajaran. Sang Surasowan penguasa pelabuhan perdagangan Banten yang ramai adalah anak dari Sri Baduga dan Kentring Manik Mayang Sunda.  Putri Surasowan menikah dengan Syarif Hidayatullah (yang kelak jadi penguasa Cirebon) dan melahirkan Hasanuddin.  

Syeh Hasanuddin ini diangkat menjadi penguasa Banten pesisir dan Banten Girang setelah mendapat bantuan Cirebon dan Demak dalam rangka penyebaran agama. Pada masa Hasanuddin pusat kekuasaan yang semula berkedudukan di Banten Girang dipindahkan ke kota Surosowan di Banten Lama (dekat pantai) pada tanggal 8 Oktober 1526. Tanggal dan tahun ditetapkan sebagai hari jadi Serang. Hasanuddin pula yang mendirikan Keraton Surasowan sesuai dengan nama kakeknya. 

Dari masa ke masa, pelabuhan di Banten menjadi pelabuhan yang ramai selain Sunda Kalapa (cikal bakal Jakarta). Pada masa kolonial Belanda, daerah ini banyak menyimpan cerita perjuangan dalam melawan kekuasaan penjajah.

Bahasa dan Seni Tradisi: Masyarakat Serang sebagian berbahasa Jawa dialek Serang yang erat kaitannya dengan proses penyebaran agama Islam oleh ulama-ulama dari daerah Jawa, serta sebagian berbahasa Sunda dalam pergaulannya selain bahasa Indonesia sebagai bahasa resminya. Seni tradisi yang tumbuh: Debus (atraksi kekuatan), Syaman (seni zikir), Angklung Banten, Patingtung (silat isi), Gacle, Rudat, Ubrug, Beluk (rajah dlm bahasa Sunda),  Terbang Gede, Wawacan (pupuh Sunda lama), dan Mawalan.

Wisata Alam:

1. Pantai Salira Indah             2. Gunung Krakau             3. Marina Village                  4. Pantai Karang Bolong        5. Air panas Batukawung   6. Cagar Alam Pulau Dua/P. Burung                        7. Cagar Alam Pulau Sangiang 

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Mesjid Kasuyatan     2. Bekas Keraton Kaibon    3. Bekas Keraton     Surosowan     4. Mesjid Agung Banten     5. Benteng Spelwijck     6. Klenteng Cina/Vihara Budha

Wisata Ilmiah:

1. Museum Krakatau


Sukabumi

Pada masa pemerintahan Bupati Cianjur VI, yaitu Rd. Noh (Wiratanoedatar  VI), tepatnya pada tahun 1776, dalam wilayah Kabupaten Cianjur diangkat seorang Patih yang membawahi Distrik Gunungparang, Distrik Cimahi, Distrik Ciheulang, Distrik Cicurug, Distrik Jampangtengah dan Distrik Jampangkulon. Pusat Pemerintahannya terletak di Cikole.  Dipilihnya Cikole sebagai pusat kepatihan sehubungan lokasi itu sangat strategis bagi komunikasi antara Priangan dan Batavia (Jakarta). 

Selain itu, Cikole merupakan tempat yang nyaman bagi peristirahatan serta memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi, khususnya di bidang perkebunan. Oleh karena itu, atas usul para Pimpinan Bumi Putera, Andries de Wilde yang menjabat administratur pada masa Gubernur Jenderal Sir Thomas Raffles, pada tanggal 8 Januari 1815 mengubah nama Cikole menjadi Sukabumi yang berarti tempat yang disukai. 

Dari tahun 1865, Sukabumi semakin berkembang dengan pesat, sehingga pada tahun 1914 tercatat penduduk yang berasal dari Eropa berjumlah 600 orang dan penduduk asli yang bersuku Sunda dan suku bangsa lainnnya sekitar 14.400 orang. Sejak tahun 1926 telah dibangun stasiun KA, Mesjid Agung, pembangkit listrik dan gereja yang sampai sekarang masih berdiri dan berfungsi walau dengan perbaikan sedikit.

Bahasa dan Seni Tradisi: Secara etnik masyarakat Sukabumi adalah masyarakat Sunda, berbahasa ibu Sunda disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa formal. Jenis seni tradisi yang sepatutnya dilestarikan: Gekbreng (Nyalindung), Cador (Gegerbitung), Dogdog Lojor (Cisolok), Ketuk Tilu Buhun (Jampang Tengah), Calung (Sukaraja), Ngaruat/pesta laut (Pelabuhan Ratu), Seren Taun/Pesta panen (Sirnarasa), Uyeg (kota Sukabumi)

Wisata Alam:

1. Selabintana, Warnasari dan Pondok Halimun (hicking menuju Curug Cibeureum melewati perkebunan teh)     2. Pondok Halimun     3. Sungai Citatih dan S. Citarik (untuk Arung jeram/petualangan)    4. Pelabuhan Ratu     5. Ujung Genteng dan Pangumbahan (mengamati penyu bertelur)       6. Situ Gunung (terdapat air terjun Curug Domas dan Curug Sawer)                 7. Pemandian Air Panas Cisolok    8. Javana Spa di areal wanawisata G. Halimun    9. Gua Buniayu di desa Cipicung 10. Taman Nasional Gede Pangrango              11. Situ Sukarame      12. Curug Pareang (air terjun yang dapat didaki)   13. Cagar alam Citirem

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Monumen Bojongkokosan     2. Rumah Bung Hatta     3. PLTA Ubrug                    4. Kasepuhan Sirnaresmi     5. Karang Kursi (konon lokasi Presiden Soekarno bersemedi dan bertemu Nyi Roro Kidul)   6. Megalitik Tugu Gede     7. Megalitik Salakdatar

Wisata Pendidikan:

1. Sekolah kepolisian (sekarang Secapa)         2. Bebatuan Ciletuh

Wisata Belanja:

1. Kueh Mochi         2. Pohon Suji          3. Ikan-ikan segar di Pelabuhan       4. Buah-buahan dan sayur mayur          5. Batu-batuan indah       6. Pasir kualitas tinggi


Sumedang

Wilayah Sumedang telah dikenal sebagai lokasi kerajaan Sumedanglarang yang didirikan oleh Praburesi Tajimalela (kurang lebih 1340 - 1350) dengan wilayah meliputi: Sumedang, Garut (Limbangan), Tasikmalaya (Sukapura) dan Bandung.

Disaat Pajajaran di Bogor runtuh pada tahun 1579, pembesar dan senapatinya menyelamatkan atribut dan perangkat kerajaan ke istana Sumedanglarang ini. Raja terakhir Sumedanglarang adalah Prabu Geusan Ulun yang sempat memindahkan keraton dari Sumedanglarang  ke daerah Dayeuh Kolot, beliau  wafat pada tahun 1608 M.

Sumedang terkenal sebagai lingkungan pendidikan karena banyak lembaga perguruan yang sekarang menempatkan kampusnya di Jatinangor. Makanan khas Sumedang berupa tahu yang memiliki ciri lain dibanding tahu-tahu sejenisnya membuat nilai tambah tersendiri bagi daerah ini. 

Bahasa dan Seni Tradisi:  Sebagaimana lazimnya di tatar Sunda, maka bahasa sehari-hari penduduk adalah berbahasa Sunda disamping menguasai bahasa nasionalnya, yaitu bahasa Indonesia. Jenis seni tradisi yang masih terpelihara diantaranya: upacara penghormatan pada padi (diiringi pagelaran musik Tarawangsa), Upacara Turun Jimat, Pacuan kuda, Kuda Renggong dan Kuda Silat. 

Wisata Sejarah: 

1. Museum Prabu Geusan Ulun; menyimpan berbagai benda pusaka dan barang peninggalan masa kerajaan hingga kekuasaan kompeni. Termasuk lengkap setelah museum di Banten dan Cirebon.         2. Makam Dayeuh Luhur, Gunung Puyuh, Gunung Lingga      3. Makam Cut Nyak Dien       4. Cadas Pangeran

Wisata Alam: 

1. Gua Gunung Kunci         2. Air Panas Cileungsing        3. Kolam renang Cipanteneun       4. Curug Sindulang, Cisaar dan Cariang.

Wisata Pendidikan:

1. Kampus Unpad, Ikopin, STPDN, Winaya Mukti, dll.

Wisata Belanja:

1. Tahu        2. Wayang Golek        3. Ukiran/hiasan dinding


Enter content here

Enter content here

Enter supporting content here