Make your own free website on Tripod.com

SEKAR PELATIHAN DAN PEMBINAAN TARUNA UTAMA

MAJALENGKA-PANDEGLANG-SUBANG/PURWAKARTA

Bubuka
BANDUNG-BEKASI-BOGOR
CIAMIS-CIANJUR-CIREBON
GARUT-INDRAMAYU
KARAWANG-KUNINGAN-LEBAK
JAKARTA
MAJALENGKA-PANDEGLANG-SUBANG/PURWAKARTA
SERANG-SUKABUMI-SUMEDANG
TANGERANG-TASIK
SUNDA

      SELABINTANA     HOTLINE : 0815-6174-042, silih_asih@yahoo.com

Majalengka

Pada abad XV di Majalengka telah berdiri tiga buah kerajaan: Kerajaan Raja Galuh dengan rajanya Cakraningrat, Kerajaan Talaga dengan rajanya Prabu Pucuk Umum dan Nyi Rambut Kasih memimpin kerajaan Sindang Asih. Saat itu kekuasaan di Cirebon sedang meluaskan pengaruhnya dan berusaha memasukkan wilayah tersebut ke dalam kekuasaaannya. 

Nyi Rambut Kasih tidak senang, sehingga menolak kedatangan utusan dengan menggunakan ilmunya sehingga tidak terlihat pohon Maja. Padahal biasanya sangat banyak, sehingga disebutlah "Majalangka" atau Majalengka. 

Bahasa dan Seni Tradisi:

Umumnya berbahasa Sunda dialek Majalengka sebagai bahasa sehari-hari. Sedangkan bahasa Indonesia dalam kesempatan resmi. Seni tradisi yang masih dipertahankan: Upacara adat pengantin tebu, Upacara adat mandi sumur Sindu, upacara memandikan benda pusaka, Gembyung, Calung, Pantun, Sampyong dan Reog.

Wisata Alam:

1. Bukit Gunung Tilu          2. Hutan Mandapa          3. Situ Cipadung          4. Situ Talaga Herang      5. Situ Sangiang      6. Situ Cipadung      7. Situ Resmi      8. Sumur Sindu

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Museum Talaga          2. Monumen Perjuangan


Pandeglang

Di Pandeglang terdapat Taman Nasional Ujung Kulon seluas 122.956 ha, yang pada tahun 1997 mendapat kehormatan menjadi kawasan Warisan Alam Dunia (Natural World Heritage) pertama di Indonesia. Disini tergelar salah satu peninggalan hutan alam di Pulau Jawa yang memiliki tipe vegetasi lengkap, mulai dari vegetasi pantai sampai pegunungan tropis. Lebih dari 700 jenis tumbuhan ada dimana 57 diantaranya sebagai tanaman langka di P. Jawa bahkan dunia.

Faunanya yang masih diawetkan di taman nasional ini adalah: banteng, badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), babi hutan, rusa, macan kumbang, macan tutul, owa Jawa dan anjing hutan. Selain itu berbagai jenis burung masih menemukan habitatnya di sini. 

Pandeglang menjadi ibukota Kesultanan Banten pada tahun 1809 saat Sultan Muhammad harus menyerahkan daerah Lampung kepada Belanda.  Wilayah Pandeglang ini diapit oleh Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Samudera Indonesia dan Selat Sunda. 

Bahasa dan Seni Tradisi: Sebagian besar berbahasa Sunda. Seni yang masih terpelihara: Gedebus, Seni Bedug Tradisional, Patingtung (seni silat isi), Syaman (kesenian bernafaskan keagamaan).

Wisata Alam:

1. Taman Nasional Ujung Kulon        2. P. Panaitan     3. Laut Semadang                   4. Gunung Raksa (terdapat 2 arca : Ganesha dan Syiwa)       5. Cagar Alam P. Peucang   6. Cagar Alam Tamanjaya  7. Cagar Alam Pulau Handeuleum                    8. Padang Gembala Cigenter   

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Mesjid Caringin   2. Tugu Perjuangan di Mengger  3. Gunung Pulosari (situs peninggalan kerajaan Salakanegara, cikal bakal kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran)   4. Prasasti Lebak di Pandeglang


Subang - Purwakarta

Kawasan ini menjadi rangkaian sejarah dari kekuasaan Pajajaran, Sumedanglarang hingga kekuasaan Islam. Secara historis Subang dan Purwakarta merupakan satu kesatuan dengan Kabupaten Karawang. Kemudian dipecah menjadi masing-masing daerah tingkat II/kabupaten mulai tahun 1949 menjadi Purwakarta dengan ibukota Subang dan Karawang barat menjadi Kabupaten Karawang. Lalu pada tahun 1968 ditetapkan pembentukan Kabupaten Subang tersendiri dan Kabupaten Purwakarta dengan wilayah sendiri.

Subang memiliki catatan sejarah besar, sebab di Pangkalan Udara Kalijati-lah terjadi penyerahan tentara kolonial Hindia Belanda kepada pasukan Jepang tanpa syarat. 

Bahasa dan Seni Tradisi: Penduduk asli Subang berasal dari suku Sunda dengan bahasa Sunda dalam keseharian, sama halnya dengan penduduk di Kabupaten Purwakarta. Selain berbahasa nasional Indonesia dalam forum-forum resmi. Seni tradisi yang khas daerah Subang adalah: Gotong Sisingaan, Dongbret (tarian nelayan di Ciasem), Banjet (drama tari), Calung rembeng, Ketuk tilu, Gembyung, Bangreng (Cisalak).

Seni tradisi di Purwakarta diantaranya: Wayang Pantun, Ubrug, Ronggeng, Kliningan, Domyak, Buncis, Reog, Sandiwara, kerajinan keramik di Plered. 

Wisata Alam/Ilmiah Subang:

1. Pemandian air panas alam Ciater    2. Panorama Dayang Sumbi    3. Air Terjun Cileat dan Cijalu     4. Pantai Candra Wulan     5. Ranggawulung (kegiatan Pramuka)    6. Kalijati

Wisata Alam/Ilmiah Purwakarta:

1. Jatiluhur (untuk PLTA, rekreasi air: berlayar, ski air, memancing, pemandian)                2. Situ Buleud      3. Mata air mineral 

Wisata Belanja di Purwakarta:

1. Kerajinan keramik di Plered


Enter content here

Enter content here

Enter supporting content here