Make your own free website on Tripod.com

SEKAR PELATIHAN DAN PEMBINAAN TARUNA UTAMA

TANGERANG-TASIK

Bubuka
BANDUNG-BEKASI-BOGOR
CIAMIS-CIANJUR-CIREBON
GARUT-INDRAMAYU
KARAWANG-KUNINGAN-LEBAK
JAKARTA
MAJALENGKA-PANDEGLANG-SUBANG/PURWAKARTA
SERANG-SUKABUMI-SUMEDANG
TANGERANG-TASIK
SUNDA

      SELABINTANA     HOTLINE :  silih_asih@yahoo.com
 

Tangerang

Tangerang mencatat sejarah tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah tersebut. Kitab "Tina Layang Parahyangan" menceritakan peristiwa mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung di muara Sungai Cisadane pada tahun 1407. Rombongan tersebut terdampar sebelum tiba di Jayakarta, dengan membawa tujuh kepala keluarga. 

Mereka menghadap pada Sanghyang Anggalarang, wakil Kerajaan Parahyangan (Pajajaran(?)) selaku penguasa daerah waktu itu, untuk minta pertolongan dan berhasil mendapat sebidang tanah di pantai utara Jawa sebelah timur Sungai Cisadane. Terjadilah pula kawin mawin antara pendatang dari negeri Cina dengan ponggawa Sanghyang Anggalarang. Tanah itu berkembang menjadi pemukiman yang disebut Kampung Teluk Naga hingga kini.

Tanggerang berarti Benteng Pertahanan yang berlokasi sepanjang Sungai Cisadane, telah ratusan tahun menjadi saksi kukuhnya rakyat mempertahankan kemerdekaan yang bermartabat. Sejak jaman Sultan Abdulfattah pada tahun 1652, di daerah Angke-Tangerang disiagakan pasukan untuk menghadapi serangan kompeni. Tahun 1656, kompeni mencatat bahwa pasukan Banten terus bergerilya di daerah ini untuk mencegat patroli, membakar pabrik, hingga menyerang kapal Kompeni di perairan. Wilayah Angke-Tangerang merupakan front terdepan medan perang, bahkan pada hari Senin tahun 1658 telah diberangkatkan sebanyak 5000 prajurit Banten ke daerah ini. 

Pada perkembangan berikutnya, Tangerang selalu populer ketika wilayah itu menjadi medan pertempuran rakyat melawan Kompeni Belanda dari Batavia. Tercatat Tumenggung yang gugur dalam melawan kompeni sehingga Kemaulanaan Tangerang berakhir, diantaranya: Aria Santika, Aria Yudanegara, dan Aria Wangsakara. Pahlawan lain yang melawan penjajah adalah Pangeran Kabal dengan putrinya Nyi Mas Melati, dan Daan Mogot   

Sekarang Tangerang sekarang menjadi kota Satelit Jakarta, menjadi daerah perindutrian yang cocok untuk pembangunan pabrik-pabrik. Di kota ini berdiri pula Puspiptek (Pusat Penelitian Ilmu dan Teknologi).

Bahasa dan Seni Tradisi: Penduduk asli Tangerang adalah suku Sunda yang mayoritas berbahasa Sunda. Seiring perkembangan Tangerang sebagai kota modern, bahasa Indonesia dipakai pula dalam pergaulan dengan para pendatang dari suku-suku lainnya.  Seni tradisi yang masih tersisa di Tangerang: Lenong/Topeng, Cokek, Pencak silat, Wayang Golek, Reog, Angklung Gubrag, Qasidah, Tanjidor, Tari Papacal, Tari Baksa, Tari Sadawuh dan Wayang kulit.

Wisata Sejarah:

1. Kelenteng Boen Tek Bio

Wisata Alam:

1. Pantai Tanjung Pasir        2. Pantai Tanjung Kait          3. Pulau Cangkir                 4. Situ Gintung            4. Situ Pamulang

Wisata Olahraga:

1. Pusat Olah Raga Terbang Layang, Pondok Cabe


Tasikmalaya

Kota dan kabupaten Tasikmalaya terletak di Pegunungan Priangan pada ketinggian 351 m, kurang lebih 80 km dari Bandung ibukota Provinsi Jawa Barat. Tasikmalaya sangat terkenal dengan kerajinan tangannya yang beraneka ragam yang dipasarkan ke seluruh Indonesia maupun ke mancanegara.

Komunitas masyarakat Tasikmalaya yang religius dengan keuletannya dalam berusaha terdiri dari  mayoritas etnis Sunda, Tionghoa, dan etnis-etnis lainnya. Orang Tasik sangat ulet dalam berusaha sehingga relatif banyak yang merantau ke kota-kota lainnya di seluruh Indonesia. Beberapa penyanyi dangdut terkenal: Rhoma Irama, Evi Tamala, Alam, dan banyak lagi adalah sebagian dari bukti ketangguhannya dalam bekerja dan berkarya. Di Tasik juga terkenal juga akan Pesantren Suryalaya. 

Hari jadi Kota Tasikmalaya ditetapkan berdasar penemuan Prasasti Geger Hanjuang di kaki Gunung Galunggung, bahwa 21 Agustus 1111 M merupakan tanggal lahirnya. Pada abad VII sampai XII diketahui telah ada pemerintahan di wilayah Tasik yang berbentuk Kabataraan yang berpusat di Galunggung. Lalu berubah menjadi Kerajaan Galunggung. Pada abad XV-XVI pemerintahan yang ada di wilayah Tasik telah menjadi daerah kekuasaan Pajajaran, yang berpusat di Sukakerta. 

Bahasa dan Seni Tradisi: Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda disamping juga Bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi. Masyarakat Tasikmalaya masih menyimpan dan memelihara adat leluhur berupa seni tradisi: Gondang Buhun, Calung, Ranteng, Terebang, Rudat, Pantun Buhun, Tarawangsa dan Ciawian

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Kampung Naga (melestarikan budaya asli Sunda dalam penataan rumah dan kesehariannya, merupakan keturunan Sembah Dalem Singaparna) 

Wisata Alam:

1. Kawah Gunung Galunggung  dan hutan lindung   2. Gua Pamijahan       3. Situ Gede       4. Pantai Pemayangsari         5. Pantai Cipatujah        6. Pantai Cikalong         7.  Pantai Karangtaulan

Wisata Belanja:

1. Dodol Singaparna          2. Kerajinan dari anyaman bambu  dan Pandan                 3. Bordir dan Batik Tasik          4. Kelom Geulis           5. Payung Tasik