Make your own free website on Tripod.com

SEKAR PELATIHAN DAN PEMBINAAN TARUNA UTAMA

KARAWANG-KUNINGAN-LEBAK

Bubuka
BANDUNG-BEKASI-BOGOR
CIAMIS-CIANJUR-CIREBON
GARUT-INDRAMAYU
KARAWANG-KUNINGAN-LEBAK
JAKARTA
MAJALENGKA-PANDEGLANG-SUBANG/PURWAKARTA
SERANG-SUKABUMI-SUMEDANG
TANGERANG-TASIK
SUNDA

      SELABINTANA     HOTLINE : 0815-6174-042, silih_asih@yahoo.com

Karawang

Pada tahun 1416 M, armada angkatan laut Cina mengadakan pelayaran keliling atas perintah Kaisar Cheng Tu atau Kaisar Yunglo, kaisar dinasti Ming yang ketiga. Armada angkatan laut tersebut dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam Po Tay Kam yang beragama Islam. Demikian juga juru tulisnya ma Huan, beragama Islam. 

Armada tersebut berjumlah 63 buah kapal dengan tujuan menjalin persahabatan dengan raja-raja selatan tetangga Cina. Dalam perjalanan menuju Majapahit, armada singgah di Pura, Karawang untuk sekalian menurunkan Syeh Hasanuddin yang ikut menumpang. Syeh inilah kemudian berjodoh dengan Ratna Sondari, puteri penguasa Pura Karawang. Dari sinilah rentetan penyebaran agama Islam bermula ke seluruh wilayah di sekitarnya. 

Karawang hingga sekarang terkenal sebagai lumbung padi nasional dengan area pesawahan sangat luas. Ternyata sejak zaman Kerajaan Sunda pun, Karawang merupakan salah satu kota pelabuhannya. 

Bahasa dan Seni Tradisi: Penduduk asli Karawang adalah suku Sunda yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa aslinya, juga bahasa Indonesia sebagai bahasa formal. Berbagai seni yang tumbuh di daerah ini adalah: Tarling (Cibango, Sukatani, Cilamaya), Topeng Banjet (Karawang Utara, Parungpung, dsb), Wayang Golek (Teluk Jambe, Karawang, Babakan jati), Tanjidor, Calung, Pencaksilat, Goong renteng, Kliningan, gambang kromong, reog, wayang kulit (Rawa Gempol), Nadran (Pesta laut)dan Lomba Dayung.

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Candi Batujaya (Diperkirakan sebagai satu lokasi pemujaan pada zaman kerajaan Tarumanegara dengan penemuan tembikar, perhiasan emas. Kompleks percandian yang berjumlah 30 candi ini terbuat dari batu bata di Kecamatan Batujaya Karawang)       2. Tugu Rengasdengklok (peristiwa heroik menjelang 17 Agustus 1945)      3. Makam Kyai Panembahan Adipati Singaperbangsa    4. Makam Syekh Hasanuddin (Syekh Quro)   5. Vihara Sian Jin Ku Po

Wisata Alam:

1. Curug Cigentis       2. Curug Santri/Curug Lalay       3. Gunung Gua dan Mata Air Citaman         4. Situ Kamojing       5. Penangkaran Rusa di Hutan Tegalwaru 


Kuningan

Sejak jaman Pajajaran (1030 M- 1579 M), di wilayah Kuningan sekarang telah ada penguasa bernama Ki Gedeng Kuningan dan Ki Gedeng Luragung. Kemudian masuk Islam diajak oleh Syarif Hidayatullah dari Cirebon. Selanjutnya Sunan Gunung Jati menitipkan anaknya yang bernama Pangeran Kuningan untuk diasuh oleh istri Ki Gedeng Kuningan  yang kelak besar harus menjadi Adipati Kuningan. Pangeran Kuningan adalah putra dari Syarif Hidayatullah dengan Ratu Ontin Nio dari Tiongkok. 

Selama P. Kuningan belum dewasa pemerintahan dijalankan oleh Dalem Cianjur bernama Pangeran Dipati Ewangga. Dipati Ewangga mahir membuat peralatan dari logam untuk senjata, sehingga bergelar Empu Dewangga. Bekas pemerintahannya terletak di Kelurahan Winduherang.

Bahasa dan Seni Tradisi:

Umumnya berbahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari, sebagian kecil berbahasa Jawa. Seni yang masih terpelihara: Goong renteng, Sapton, Drama Komedi Wek wek, Kuda Lumping, Tari Buyung, Kemprongan, Cing Cowong.

Wisata Alam:

1. Hutan Telaga Remis        2. Darmaloka (kolam ikan keramat)        3. Kolam Renang Cigugur              3. Curug Cibangkong

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Gedung Naskah Linggarjati


Lebak

Lebak memiliki topografi berbukit-bukit. Di wilayah ini terdapat komunitas masyarakat Kabuyutan Baduy di Kecamatan Leuwidamar yang sangat unik dan khas. Masyarakat ini sangat kuat memegang adat tradisi Sunda Buhun (Sunda Kuno). Adat dan tradisi kemasyarakatan masih terpelihara dibawah pimpinan para Puun. Tradisi yang bergaul erat dengan alam menjadikannya pelestari sumber daya alam yang lestari

Komunitas Baduy di Lebak ini terbagi dalam dua golongan: Baduy Jero (dalam) yang berpakaian putih-putih dan Baduy Luar mengenakan pakaian hitam-hitam. Terbagi dalam tiga kapuunan: Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana. Konon mereka adalah sebagian warga Pakuan Pajajaran yang tidak ingin tunduk pada kekuatan yang menyerang ibukota Pajajaran di Pakuan Bogor. 

Bahasa dan Seni Tradisi:

Umumnya berbahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Sunda buhun masih digunakan oleh masyarakat Baduy Jero dan Baduy Luar. Seni yang masih terpelihara: Debus, Dogdog Lojor , Calung Rantay dan Angklung Rawayan.

Wisata Alam:

1. Pantai Bagedur          2. Pulau Manuk   

Wisata Sejarah/Budaya:

1. Masyarakat Baduy        2. Situs Sibedug di Kecamatan Bayah      3. Rumah Multatuli     4. Situs Kosala di Kecamatan Cipanas

Wisata Ilmiah:

1. Tambang emas Cikotok