Make your own free website on Tripod.com

SEKAR PELATIHAN DAN PEMBINAAN TARUNA UTAMA

CIAMIS-CIANJUR-CIREBON

Bubuka
BANDUNG-BEKASI-BOGOR
CIAMIS-CIANJUR-CIREBON
GARUT-INDRAMAYU
KARAWANG-KUNINGAN-LEBAK
JAKARTA
MAJALENGKA-PANDEGLANG-SUBANG/PURWAKARTA
SERANG-SUKABUMI-SUMEDANG
TANGERANG-TASIK
SUNDA

      SELABINTANA     HOTLINE : silih_asih@yahoo.com

Ciamis

Di wilayah Ciamis terdapat  situs Karangkamulyan di Kecamatan Cijeunjing berupa hutan 25,5 ha. Situs yang berkarakter tempat suci agama Hindu dan kepercayaan Sunda asli. Ciri agama Hindu ditandai dengan adanya fragmen Yoni dan arca Ganesha, sedangkan unsur lokal (Sunda) berupa tradisi megalitik yang ditandai dengan bangunan dari susunan batu dan batu berdiri (menhir). Di sekitar kompleks bangunan suci dijumpai adanya indikasi pemukiman berupa fragmen bata, gerabah, keramik, batu pengupan, besi, perunggu dan arang.

Di Situs ini (abad X - XVII) terdapat beberapa obyek arkeologis berupa Pangcalikan, Sanghyang bedil, panyabungan ayam, lambang peribadatan, Cikahuripan, makam Sri Bhagawat Pohaci, Pamangkonan dan makam Adipati Panaekan, serta terdapat parit kuno dan benteng (gundukan tanah). 

Situs lainnya adalah Kampung Kuta. Kampung yang letaknya hampir berbatasan dengan Jawa Tengah ini, konon dulu sempat jadi bermukimnya Prabu Siliwangi (Raja Galuh). Saat itu Sang Prabu sempat berencana mendirikan keraton di Kampung Kuta ini sebagai pusat kerajaan Galuh.

Akan tetapi, karena tidak mencapai sasaran yang disebut Patang Ngewu Domas, rencana tersebut gagal. Hanya meninggalkan jejak Gunung Semen (semen merah dari tanah), kapur seluas 0,25 hektare serta 3 buah Batu Soko di sekitar G. Gede. Situs lainnya di Bukit Susuru Dusun Bunar Kec. Kertabumi Cijeunjing. Di Susuru ditemukan kapak dari batu, manik-manik batu, guci porselen, dsb. Juga terdapat batu altar, sumur batu seberat 20 ton serta 3 buah gua. 

Untuk menuju obyek/kawasan wisata Ciamis telah tersedia Bandara Nusa Wiru.

Bahasa dan Seni Tradisi: Penduduk berbahasa Sunda dan bahasa nasional. Jenis seni tradisi yang lestari: upacara adat, permainan rakyat, cerita rakyat/naskah kuno, Reog, Badeng, Buncis, Gotong singa, Janeng, Bongbang, Beluk, Arumba, Angguk, Manolek, ronggeng gunung, dll.

Wisata Alam:

1. Pantai Pangandaran dengan Karang Nini dan Karang Tirta       2. Grand Canyon (berperahu di sungai yang indah dengan dinding batunya)     3. Cagar Alam Pananjung (terdapat Gua panggung, arca sapi jantan, batuan sisa candi dan makam dari Kerajaan Galuh)    4. Terowongan Wilhemina dan Yuliana (terpanjang di Pulau Jawa)       5. Gua Donan      6. Batu Hiu       7. Lembah Putri      8. Keusik Luhur      9. Situlengkong

Wisata Sejara/Budaya: 

1. Bumi Alit (menyimpan alat perang)       2.  Karangkamulyan (bekas kerajaan Galuh)       3. Situs Astana Gede         


Cianjur

Cianjur terletak pada jalur jalan raya Bogor-Puncak-Bandung, daerah ini memiliki atraksi budaya dan wisata yang amat menarik, selain mudah dicapai baik dengan kendaraan umum, ataupun kendaraan pribadi. Dalam hal makanan Cianjur sangat terkenal tauconya, pepes ikan mas serta manisan dan asinan buah-buahan dan sayuran. Sepanjang jalan raya daerah ini banyak sekali restoran-restoran dengan sajian berbagai jenis makanan sambil memandang keindahan alamnya yang cantik.  

Di Cianjur pula kita dapat temukan peternak-peternak ayam pelung yang berkualitas tinggi serta pengrajin lampu-lampu hias. Keberadaan Cianjur sendiri dimulai pada pertengahan abad ke-17 Masehi ketika rakyat Raden Djayasasana Aria Wira Tanu (putra Aria Wangsa Goparana keturunan ke-7 Prabu Siliwangi) mencari pemukiman baru di pinggir sungai untuk bertani dan tempat tinggalnya. Raden Djayasasana bertempat tinggal di Cikundul yang kemudian disebut Cianjur kini.

Bahasa dan Seni Tradisi: Bahasa Sunda halus merupakan bahasa sehari-hari penduduknya disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Kesenian adiluhung yang dimiliki Cianjur adalah tembang Cianjuran diiringi perangkat kacapi-suling, selain itu daerah inipun melahirkan seni pencak silat yang terkenal yaitu: aliran Cimande dan Cikalong.  

 Wisata Sejarah:

1. Gunung Padang (situs purba yang memiliki batu berundak terbesar di Asia Pasifik)  2. Istana Presiden di Cipanas (17 km dari kota Cianjur )    3. Makam Cikundul di Cikalong Kulon     4. Situ Megalit di Kecamatan Campaka 

Wisata Alam:

1. Kebun Raya Cibodas=Taman Firdaus Asia (berlokasi di lereng Gunung Gede pada ketinggian 1500 m. Udaranya sejuk dan luasnya 83 hektar, Kebun Raya Cibodas ini dibangun pada tahun 1862)   2. Taman Nasional Gede-Pangrango (merupakan lokasi pendakian dengan puncak Gede setinggi 2.958 meter, sedang puncak Pangrango 3.019 m)    3. Mandala Kitri (lokasi perkemahan/camping ground)   4. Lembah Suryakencana (terdapat bunga Edeilwess sebagai bunga abadi). 5. Waduk Saguling   6. Waduk Cirata      7. Jangari (lokasi pemancingan)      

Wisata Belanja:

1. Tauco      2. Manisan buah-buahan       3. Durian di kebun (Pasir Hayam)


Cirebon

Kota Cirebon adalah kota pelabuhan yang sangat terkenal sebagai kota udang,  karena udang banyak dihasilkan dari lautnya selain terasi rebon. Kota ini unik karena merupakan titik percampuran budaya antara Sunda dan Jawa yang ditampilkan dalam bahasa, seni dan tradisinya selain pengaruh Islamnya yang sangat kuat.

Pangeran Walangsungsang/P. Cakrabuana/Haji Abdullah Iman merupakan peletak pondasi pendirian kampung Cirebon di daerah pesisir.  Penyebutan Cirebon Pesisir atau Cirebon Larang kemudian untuk membedakannya dengan Cirebon Girang yang telah didirikan di lereng Gunung Ceremai sejak lama. Sri Baduga Maharaja dari Pajajaran  menganugerahkan gelar Sri Mangana atas prestasi puteranya itu. Rara Santang, juga putri Sri Baduga yang telah beragama Islam, kembali dari Mekkah membawa serta putranya yang bernama Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah inilah yang mengukuhkan Cirebon menjadi kekuatan agama Islam yang merdeka dari kerajaan kakeknya di Pakuan Pajajaran dan menjadi raja Cirebon bergelar Susuhunan Jati

Susuhunan Jati merupakan ayah dari Syeh Hasanuddin yang membentuk Kesultanan Banten ini, wafat pada tahun 1568 M dan dikuburkan di Gunung Jati (Cirebon) sehingga dikenal pula sebagai Sunan Gunung Jati. 

Bahasa dan Seni Tradisi: Bahasa sehari-hari penduduknya terbagi antara bahasa Cirebon (bahasa Jawa dialek setempat) dan Sunda selain berbahasa Indonesia dalam pergaulan resmi.  Seni Cirebon merupakan perpaduan antara budaya prasejarah-Hindu dan Islam diantaranya: Panjang Jimat, Nadran (pesta laut), Kliwonan, Tari Topeng, Tarling (Gitar Suling), sintren, Lais, karawitan, wayang kulit, genjring. Selain itu terdapat pula: Berdirian (di daerah Gempol, Sindanglaut, dan Babakan), Trusmian, terebang, kuda lumping, berokan, macapat, sampyong.

Wisata Sejarah:

1. Keraton Kasepuhan (=Keraton Pakungwati didirikan tahun 1677)     2. Keraton Kanoman (terdapat Kereta Naga Paksi)    4. Makam Sunan Gunung Jati (Cirebon Utara)  5. Gua Sunyaragi (dibangun 1703)

Wisata Alam:

1. Plangon       2.Trusmi       3. Situ Gendong      4. Situ Pator     5. Wana Wisata Ciwaringin     6. Air panas Palimanan       7. Talaga Remis 

Wisata Belanja:

1. Terasi/kerupuk udang     2. Tahu gejrot      3. Cecek     4. Nasi jamblang                 5. Nasi Lengko    6. Empal Gentong     7. Tahu petis       8. Docang             9.Cirebon merupakan penghasil dan produsen kerajinan rotan terbesar di dunia.